KATA PENGANTAR
Alhamdulillah
adalah kata yang pantas kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT. karena atas
limpahan dan hidayah-nya sehinnga saya dapat menyelesaikan makalah ini yang
berjudul “pandangan islam tentang agama
lain”. Yang dimana saya akan mencoba untuk membuat penelitian sekaligus
membuat makalah ini dari hasil penelitian saya.
Salam serta salawat supaya tetap
tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Beliaulah yang memperjuangkan umat
islam sehingga dapat jaya seperti sekarang ini .
Kemudian saya berharap semoga
makalah ini dapat bermanfaat baik penulis maupun pembaca. Saya menyadari bahwa
dalam makalah ini masih memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan
saran dari kita semua sangat saya harapkan untuk perbaikan makalah yang akan
datang.
Samata,
30 Oktober 2013
Penyusun
Awal
Alyuhian
DAFTAR ISI
Kata
pengantar ……………………………………………………………….……………………i
Daftar
isi………………………………………………………………………..…………………ii
Latar
belakan………………………………………..……………………..………………………1
A. Pendahuluan………………………………...………………………..……………………2
B. Rumusan
Masalah…………………………..…....…………………..……………………2
Pembahasan………………………………………...……………………...………………………3
A. Pandangan
islam tentang agama kristen……….……..………………...…………………4
B. Pandangan
islam tentang agama hindu……………………………………………………5
C. Pandangan
islam tentang agama budha………………………...…………………………6
D. Pandangan islam tentang agama kong
hucu...……………………………………………7
Penutup……………………………………………………………………………………………8
A. Kesimpulan………………………………………………………………………………..8
B. Sumber……………………………………………………………………………………8
PENDAHULUAN
A.
Latar belakan
Islam, katolik, dan, kristen memiliki sumber awal
yang sama. Allah(islam), Allah Bapa(katolik&kristen), Yahweh(yahudi),
adalah tokoh (pribadi) Tuhan yang sama tapi disebut dengan kata atau bahasa yang
berbeda. Keempat agama ini dikenal sebagai agama samawi (agama langit), merujuk
pada kedudukan Tuhan yang dipahami sebagian besar penganutnya sebagai berkedudukan
di atas atau di langit.
Budha, konghucu dan hindu hampirsama dalam hal sumber
pertama ajarannya. Buku suci dan sumber pertama ajarannya adalah karangan orang
orang pertamanya atau tokoh sucinya. Jadi kalau agama samawi itu buatan tuhan,
kalau agama budha kejawen konghucu dan hindu, bisa dibilang buatan atau hasil
karya tangan manusia,
B. Rumusan masalah
·
Pandangann islam
tentang agama Kristen
·
Pandangann islam
tentang agama Hindu
·
Pandangann islam
tentang agama Budha
·
Pandangann islam
tentang agama Kong hucu
PEMBAHASAN
A.
Kristen
Agama Islam tidak
mengakui Yesus sebagai putera Allah, melainkan Yesus menurut Islam ialah putera maryam yang tidak
mempunyai ayah. Dalam hal ini mereka menyangkal Keilahan Kristus.
Pandangan Islam
tentang Yesus berbeda dengan ajaran Kristen.
Perbedaan utama terletak pada persoalan ketuhanan Yesus, yang dalam manuskrip al-Qur'an dan bahasa Arab disebut Isa al-Masih.
Pemeluk Islam mempercayai Isa Al Masih adalah seorang nabi
dan juga seorang rasul
yang diutus khusus untuk bangsa Israel. (makna rasul di dalam Islam berbeda
dengan maknanya di dalam Kristen, lihat artikel tentang nabi).
Dalam ajaran Islam, ia termasuk salah satu nabi yang termasuk rasul Ulul Azmi,
yaitu rasul yang sabar dan tabah dalam mendakwahkan ajaran Allah. Nama Yesus
sendiri (tanpa kata ganti orang) disebutkan sebanyak dua puluh delapan kali di
dalam al-Qur'an.
Dalam Al-Quran
Surah An-nisa ayat 157 “ mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibkannya
tetapi ia disilabkan dimata mereka”. ( S. An- nisa, ayat 158 ) Mereka tidak
membunuhnya dengan segala keyakinan tetapiTuhanmemgangkatnya‟. Jadi menurut
pendapat saya bawah Isa almasih tidakdi salibkan melainkan Ia hanya dimiripkan
di mata orang banyak. Orang Islam pun tidak percaya bahwa Yesus bukan merupakan
penebus dosa manusia serta Kaum Muslimin tidakpernah dapat menerima pemikiran
bahwa Allah mau mnejadi manusia untuk mati bagi dosa-dosa dunia ini.
Pandangan Islam
terhadap kitab dengan tegas dikatakan dalam ayat Al-Qur‟an:“Maka kecelakaan
yang bersalah bagi orang-orang yang menulis Al-kitab degan tanganmereka sendiri
lalu dikatakannya ini dari Allah(dengan maksud) untuk memperolehkeuntungan yang
sedikit dengan perbuatan itu. Celakalah bagi mereka oleh karena apa yangditulis
dengan tangan mereka sendiri, dan celakalah bagi mereka, karena apa yang
merekakerjakan”. (S. Al-Baqarah, ayat 79). Berdasarkan hadis di atas umat islam
hanya percaya dan menerima perkataan Isa-Almasih, tetapi menolak apa yang di
tulis dalam kitab karena sudah adanya campur tangan dari manusia yang ajarannya
bertentangan dengan Tauhid sehingah ditolak namun sebaliknya jika tidak
bertentangan maka akan diterima. Pandangan Terhadap Kepercayaan Dalam agama
islam Yesus adalah salah satu nabi yang tergolong dalam ulul azmi,yakni nabi
dan rasul yang memiliki kedudukan tinggi/istimewa bersama dengan
Muhammad,Ibrahim, Musa dan Nuh.Yesus juga bukanlah Tuhan maupun anak Tuhan,
melainkan salahseorang manusia biasa yang diangkat menjadi nabi dan rasul,
sebagaimana juga setiap nabi lain yang diutus pada masing-masing kaum.
B.
hindu
Saya seorang
muslim juga ibu saya.senarnya situasi keluarga saya itu agak unik. Agak berbeda
tapi tapi menyenangkan buat saya. Kebetulan ibu saya muslim. Sudah hampir dua
puluh enam tahun saya dibesarkan oleh ibu saya yang muslim. Ayah saya Hindu.
Yang sangat menarik setiap Nyepi, ibu saya juga ikut melakukan Nyepi. Justru
yang paling kuat ingin melakukan ritual Nyepi itu ibu saya. Ibu saya bisa tahan
berpuasa dua puluh empat jam. Saya sendiri justru tidak tahan. Sebaliknya kalau
Ramadhan selama satu bulan saya tidak pernah bolong. Jadi ibu saya selalu
mengatakan bahwa Nyepi itu maknanya bersifat umum. Ibu saya merasa bahwa memang
kita semua butuh satu hari khusus untuk memikirkan atau mengevaluasi apa saja
selama tahun ini yang sudah kita perbuat, apa resolusi yang ingin kita lakukan
di masa depan. Jadi di situ letak universalitas ritual Nyepi menurut ibu saya.
Saya masih ingat juga pada hari raya Nyepi, siang hari sebelum malam, kami bertiga selalu baca Kitab Mahabarata. Saya sampai hafal Mahabarata dari awal sampai akhir, karena setiap Nyepi saya pasti disuruh baca Mahabarata. Bapak saya selalu bilang, inilah kitab pelajaran hidup. Setiap Nyepi saya selalu diingatkan siapakah Panca Pandawa, siapakah Kurawa. Jadi sekarang saya agak kangen sebenarnya saat-saat seperti itu, setelah seringkali saya suka mengkritik balik ayah saya ketika saya sudah beranjak dewasa sekarang.
Saya masih ingat juga pada hari raya Nyepi, siang hari sebelum malam, kami bertiga selalu baca Kitab Mahabarata. Saya sampai hafal Mahabarata dari awal sampai akhir, karena setiap Nyepi saya pasti disuruh baca Mahabarata. Bapak saya selalu bilang, inilah kitab pelajaran hidup. Setiap Nyepi saya selalu diingatkan siapakah Panca Pandawa, siapakah Kurawa. Jadi sekarang saya agak kangen sebenarnya saat-saat seperti itu, setelah seringkali saya suka mengkritik balik ayah saya ketika saya sudah beranjak dewasa sekarang.
Saya sendiri
tumbuh dalam keluarga dengan suasana keagamaan yang sinkretis. Ibu saya Islam
dan ayah saya seorang hindu, jadi memang sangat dekat dengan Hindu. Beberapa
pandangan hidupnya memang bersinggungan dengan Hindu. Karena itu saya merasa
tidak ada perbedaan pendapat dalam keluarga saya. Karena kebetulan agama Islam
yang diajarkan oleh ibu saya adalah Islam yang sangat toleran. Ibu saya
menganggap bahwa hidup itu tidak akan pernah bisa murni, tidak bercampur dengan
adat, kebiasaan orang lain. Kita di Indonesia ini ada macam-macam agama. Jadi
ketika di luar rumah saya melihat fenomena benturan antar agama, saya suka
bingung sendiri. Karena ketika di dalam rumah saya diajarkan bahwa agama itu
pesannya adalah selalu damai, selalu kebaikan, selalu kohesif, selalu harmonis.
Saya sadar memang lingkungan di luar itu menganggap bahwa agama adalah
identitas beku yang harus kita bawa sampai mati
C.
Budha
Mendorong dan mengembangkan hubungan yang baik dan dialog
antara umat Buddha dan Muslim di Indonesia adalah penting dan tentu sangat
bermanfaat. Perhatian utama dalam pengembangan saling pemahaman antara umat
Buddha dan Muslim terletak pada usaha para pemimpin kedua agama, di luar latar
keadaan di mana umat Buddha dan Muslim hidup saling berdampingan masa kini.
Mengenai
Tuhan, satu-satunya unsur yang disanggah ajaran Buddha adalah (bahwa) pencipta
mahakuasa yang bisa mencipta tanpa dipengaruhi oleh hal lain apa pun, bahkan
dari keinginan untuk mencipta.
Ajaran
Buddha tidak menyanggah sifat-sifat lain dari Tuhan, atau bahkan penciptaan itu
sendiri. Sebagai contoh, anuttarayoga tantra menjelaskan bahwa cita bercahaya
jernih tiap orang adalah pencipta dari segala perwujudan yang dialami orang
tersebut, dan ini dipengaruhi oleh karma pribadi orang tersebut maupun karma
bersama. Selain itu, sebagai kebenaran paling dalam, cita yang bercahaya jernih
berada di atas kata-kata dan pola pikir, sebagaimana Allah. Al-Quran
menyebutkan: "Maha suci Allah di atas dan melampaui segala yang dapat
mereka gambarkan."
Salah
satu sifat inti dari Allah adalah al-haqq – yang nyata, benar, tepat,
juga dalam kerangka etika. Ini memiliki pertalian dengan Dharma dalam
pengertian dharmata – kebenaran paling dalam, Dharmakaya kesadaran
mendalam. Manjusri, cita bercahaya jernih adalah (55-56) “Dharma yang keramat,
penguasa Dharma … hamparan kenyataan agung yang terhancurkan.” Di tempat lain,
(47) “ Ia yang begitu sempurna, tanpa sifat-identitas, keadaan nyata,” (157)
“Ia adalah kemurnian dan keagungan dari kebenaran paling dalam.” . Bila kita
mendekati semua sifat bersama ini dalam cara yang majemuk dan penuh hormat,
tanpa bersikap menghakimi atau mencoba memasukkan ajaran pihak lain sebagai
semata variasi ajaran kita, kita akan memiliki dasar kuat untuk keselarasan
agama.
D. Kong hucu
Melihat ajaran-ajaran pokok agama Konghucu seperti yang saya
dapat dari beberapa sumber sebelumnya, maka terdapat persamaan dan perbedaan
antara ajaran agama tersebut dengan Islam. Persamaannya adalah sebagai berikut:
Bahwa manusia harus mempunyai sifat samawi (berbudi luhur), artinya harus
mempunyai hati yang longgar, berjiwa toleransi terhadap sesama manusia, suka
menolong tidak mebedakan satu sama lain, walaupun sederajat tinggi atau rendah,
baik yang berkulit putih maupun berkulit hitam. Demikian pula dalam Islam,
dalam al-Qur’an banyak disebutkan ayat-ayat tentang hal ini, di antaranya: “Dan
sesungguhnya engkau (Muhammad) sungguh dalam akhlak yang sempurna.” (Q.S.
an-Nur: 4) “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (Q.S. al-Hujurat:
10)
Adapun perbedaannya antara lain:
Adapun perbedaannya antara lain:
1. Agama Konghucu tidak pernah mempersoalkan
tentang Tuhan, tentang kiamat dan akhirat, tentang hidup sesudah mati daln
lain-lain. Sedangkan agama Islam membicarakannya, bahkan soal-soal itulah yang
harus diutamakan dan diyakini oleh tiap-tipa pemeluknya. Rukun Iman yang enam
yaitu: percaya kepada Allah, percaya kepada Malaikat-Malaikat-Nya, percaya
kepada Kitab-Kitab-Nya, percaya kepada Rasul-Rasul-Nya, percaya kepada hari
kiamat, percaya kepada Qodho dan Qadar. Kesemuanya harus diyakini betul-betul
di dalam hati, sebelum melaksanakan syariat-syariat bersifat lahiriah misalnya
shalat, puasa, dan lain-lain.
2. Agama Konghucu lebih mengutamakan soal-soal
keduaniaan saja, terutama etika dan sopan santun. Sedang agama Islam
mengutamakan soal-soal dunia dan akhirat kedua-duanya sama-sma penting (ibadah
dan muamalat). Pada pokonya, Islam meliputi Iman, Islam, dan Ihsan yang
ketiga-tiganya tidak dapat dipisahkan.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
bahwa inti dari
beragama adalah ketundukan, yakni tunduk kepada apa saja yang menjadi aturan
dan ketentuan Tuhan tanpa harus tahu lebih dulu tujuan dan hikmahnya. Kita
semua faham bahwa tiap agama berbeda satu sama lain, bahkan ada yang secara
diametral bertentangan. Itu artinya tidak mungkin semuanya benar. Kalaupun ada
yang benar tentu hanya satu saja, karena masing masing berbeda. atau bisa jadi
semuanya salah
Hal lain yang
mutlak harus dijadikan prinsip umat beragama adalah prinsip toleransi (al-tasamuh).
Ini berangkat dari kesadaran bahwa segala perbedaan, termasuk perbedaan dalam
beragama, merupakan fitrah kemanusiaan. Mengingkari perbedaan berarti
mengingkari fitrah. Sejalan dengan fitrah itu, al-Qur’an menyatakan: “Barang
siapa mau beriman silahkan beriman, dan barang siapa mau kafir silahkan kafir”
(Qs. al-Kahfi : 29). Dengan prinsip toleransi, maka tidak diperlukan upaya
menyatukan agama dan tidak perlu ada usaha menciptakan keyakinan bahwa semua
agama benar. Sebaliknya, dengan adanya keyakinan semua agama benar tidak
diperlukan toleransi dalam agama.
Salah satu
realitas yang banyak terjadi di atas bumi ini ialah, bahwa pemeluk suatu agama
bangga dengan agamanya dan berkeyakinan bahwa agama yang ia anut saja yang
benar kemudian berupaya untuk membentengi agamanya itu, misalnya dengan
memperkokoh tali ukhuwwah diniyyah di antara sesama pemeluk agama
tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar